[KibulPos]– Jakarta
Keberadaan dunia internet yang baru disadari oleh rakyat Indonesia beberapa pekan silam, masih menyisakan kepanikan yang tak kunjung reda. Hal ini disampaikan oleh Radi Tohari, seorang pakar telekomunikasi dari Universitas Nasional Indonesia dalam seminar “Internet: Dunia Kegelapan Yang Terungkap!” di Jakarta, pagi tadi (20/2). Menurut Radi, dunia internet selama ini seringkali menjadi sebuah legenda atau bahkan mitos yang dianggap tidak logis oleh masyarakat. Masyarakat menganggap bahwa dunia penuh kebebasan dimana absennya tata hukum tersebut hanyalah isapan jempol belaka. Namun ketidakpercayaan tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi kegemparan, ketika para ahli dari pemerintah menyatakan bahwa dunia internet–atau yang lebih dikenal sebagai dunia cyber–ternyata benar-benar ada. Hal tersebut dipicu oleh kasus hilangnya seorang siswi SMP bernama Rahmawita (14 tahun) saat ia sedang asyik mengerjakan tugas di komputer milik ayahnya. Orang tua Rahma mengaku amat panik menyadari bahwa putrinya tiba-tiba saja raib dari tempat duduknya, lalu mereka bergegas menghubungi polisi. Berdasarkan penyidikan polisi, akhirnya diketahui bahwa Rahmawita ternyata diculik oleh internet.
“Anak saya tiba-tiba saja menghilang saat sedang mengetik di depan komputer. Hilangnya tanpa jejak! Sampai-sampai kami sempat berpikir kalau dia diculik genduruwo. Ternyata dia diculik internet. Saya sangat sedih dengan kejadian itu,” ujar Burhanudin, ayah dari Rahmawita.
Pasca kasus tersebut diungkap, ketakutan akan sebuah dunia misterius bernama internet mulai menjangkiti rakyat Indonesia. Orangtua-orangtua di seluruh Indonesia mulai menggunakan kengerian internet untuk menakut-nakuti anak mereka agar tidak terlalu lama berada di depan komputer, sementara pemerintah pun tidak mau berdiam diri menghadapi ancaman keamanan nasional ini. Berbagai undang-undang untuk menghalau bahaya internet pun disusun dengan cepat, mulai dari UU ITE sampai kepada RPM Konten yang disambut gembira oleh masyarakat. Menkominfo Tifatul Sembirin menyatakan bahwa dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga rakyat Indonesia dari ancaman dunia gelap internet.
“Makan Indomi pakai kornet, beli aja di warung Bu Uum. Ada dunia bernama internet, berbahaya kalau tak diberi hukum!” ujar Tifatul dalam sebuah konferensi pers.
Kegemparan masyarakat dengan ditemukannya internet menurut Radi Tohari adalah hal yang lumrah. Menurutnya, internet sudah ada semenjak zaman dahulu kala, hanya saja cuma segelintir rakyat Indonesia yang menyadari keberadaannya. Ketika kasus Rahmawita terangkat ke permukaan, barulah masyarakat luas menyadari hal tersebut dan mengalami syok secara psikis. Para ulama dan pemuka agama pun tidak ketinggalan untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap internet karena bahaya yang ditimbulkannya. Menurut mereka, memang belum ada penelitian yang valid mengenai seberapa berbahayanya internet dikarenakan internet memang merupakan barang yang sangat baru di dunia ini, namun melihat bagaimana internet telah menelan banyak korban dalam beberapa pekan, mereka memutuskan untuk mengharamkannya sampai ada pengkajian yang lebih menyeluruh.
“Dulu, saya memang pernah dengar ada yang namanya internet. Tapi saya kira internet itu singkatan dari indomi telor kornet. Sekarang saya baru tahu, ternyata internet itu adalah dunia lain yang benar-benar ada! Saya sangat syok! Kok bisa ya, ada dunia seperti itu? Dunia dimana orang bisa maki-maki orang lain seenaknya, bisa masang gambar cabul, bisa jualan perempuan, bisa transaksi barang bajakan. Kok bisa ya?” ucap Hendra Budiman, seorang PNS di Tangerang yang sampai sekarang masih tak hentinya merasa heran.***
Berhubungan:
Comments
Powered by Facebook Comments




ihiy kebiasaan bapak TS (bukan Thread Starter lho gan) berpantun di twiter ternyata kebawa-bawa dimari!
internet adalaha suatu terobosan ilmu komunikasi high tech yang terus berkembang, seperti manusia bisa sakit karena ada virus maka pengangulangan nya harus ada seperti imunusasi, obat,obat, pelindung diri, sama seperti komputer ada virus, maka ada anti virus, begitu pula internet harus dikembangkan anti virus internet dalam bentuk yang variabel, dan fleksibel, serta diberikan pendidikan internet dalam berbagai aspek tinjauan.
helloooo… ini internet bukan yak
gokil mas
hahahahaha…. dudullzzz… sakit perut aku dibuatny!
pesen satu ya mang,,, jangan pake mie, jangan pake telor jangan pake kornet,,,
ampe eek gw ketawanya, (ya iyalah browsing di wc)
Sebaiknya Anda periksakan diri ke ahli saraf.
hahaha… garing