Dajjal Bimbang Mengenai Debut Kemunculannya

21/07/2010

KibulPos — Tempat Rahasia

Dajjal, makhluk penebar tipu muslihat yang kemunculannya di muka publik menandakan permulaan hari kiamat, mengungkapkan kebimbangannya perihal waktu dan tempat ia akan pertama kali muncul. Ditemui di tempat persembunyiannya yang sangat rahasia, makhluk jahat ini menunjukkan setumpuk buku yang menulis tentang dirinya.

“Awalnya kira-kira setahun atau sebulan yang lalu, saya lupa. Waktu itu saya menyuruh anak buah saya pergi ke toko buku untuk mengecek peradaban manusia. Alangkah kagetnya saya, ketika ia pulang ke sini membawa setumpuk buku yang membahas tentang saya, semuanya best seller. Setelah membaca semua buku itu, sekarang saya jadi mengalami krisis identitas,” ucap Dajjal sambil meneteskan air mata dari satu matanya.

Buku-buku yang membahas mengenai Dajjal laknatullah itu memang sangat beragam dan ditulis oleh pengarang yang berbeda-beda. Umumnya buku-buku itu memprediksi waktu dan lokasi kemunculan Dajjal menjelang hari kiamat nanti (atau kini). Hal inilah yang membuat beliau resah dan gelisah mengenai debut kemunculannya di muka publik.

“Ada buku yang mengatakan bahwa saya akan muncul dari Segitiga Bermuda, lalu buku yang satu lagi mengatakan saya muncul di Khurasan, ada pula yang bilang bahwa saya akan muncul di Israel. Saya tidak mengerti, apa yang sebenarnya mereka harapkan? Saya bingung harus memilih muncul dimana. Kalau saya memilih salah satu, nanti penulis buku yang lainnya akan dituduh penulis hoax oleh masyarakat, kan kasihan mereka,” ucap Dajjal.

Menurutnya, buku-buku tersebut memberikannya tekanan yang terlalu berat. Membaca deskripsi yang berbeda-beda mengenai dirinya di buku-buku tersebut, Dajjal merasa meragukan identitas dirinya sendiri. Sudah beberapa minggu belakangan ini ia rajin berkonsultasi ke psikiater demi mengembalikan kepercayaan dirinya. Psikiater Dajjal yang namanya dirahasiakan, membenarkan hal tersebut.

“Saya katakan kepada dia (Dajjal, –red.): Tuan tidak perlu pusing, tidak perlu stres. Jangan pedulikan apa kata orang mengenai Tuan. Jadilah diri sendiri, biarlah orang mau berkata apa, Dajjal tetaplah seorang Dajjal yang memiliki pilihan dan jalan hidupnya sendiri. Jangan sampai ucapan-ucapan mereka yang seenaknya malah membuat Tuan bingung dengan tujuan hidup sendiri,” ucap Si Psikiater, “lalu saya memberinya satu dosis obat penenang agar ia bisa beristirahat dengan normal kembali.”

Setelah mengalami sesi terapi selama dua minggu, akhirnya Dajjal memutuskan bahwa ia akan muncul dari mana saja dan di tahun kapan saja tanpa mempedulikan para penulis buku itu. Meskipun ia sadar dirinya adalah seorang selebritis, tetapi ia percaya bahwa ia masih memiliki privasi, dan orang lain tidak berhak mendikte apa-apa yang hendak ia kerjakan dalam hidupnya, terutama yang berkaitan dengan masalah pribadi.

“Kenapa sih kalian harus mencari uang dengan cara seperti itu? Saya akan muncul di mana saja saya mau, entah itu di Israel, Segitiga Bermuda, atau kolong tempat tidur kalian kek. Saya juga akan muncul kapan saja, entah itu 2012, 2015, 2040 atau 3010. Saya tidak sudi kalian mendikte jalan hidup saya. Oya, satu lagi, jangan membuat gambar photoshop tentang orang bermata satu, atau saya akan adukan pada Roy Suryo,” ucap Dajjal dengan kesal.

Ia juga menambahkan bahwa dimanapun dan kapanpun dirinya akan muncul nanti, masyarakat tidak perlu kecewa, sebab neraka yang ia janjikan akan tetap sama. Meski demikian, ia mengaku bahwa tiket acara debutnya sudah bisa dipesan secara eksklusif sejak beberapa abad lalu.

Contoh buku paling ekstrim yang membuat Dajjal bingung.

Berhubungan:

Comments

Powered by Facebook Comments

Tags: , , ,

9 Responses to Dajjal Bimbang Mengenai Debut Kemunculannya

  1. LeizeH on 21/07/2010 at 10:46 pm

    Lucu :D :D :D

  2. Dyspareunia on 22/07/2010 at 11:57 am

    Menanggapi pernyataan Dajjal yang berbunyi “Kenapa sih kalian harus mencari uang dengan cara seperti itu?”, Penny Roaches selaku pembawa acara infotainment pun berceloteh:

    “Eeeh tapi kamu harus menghargai profesi kami dong! Karena ada kami maka namamu menjadi sebesar ini. Kami memang melakukan pekerjaan kami secara kotor, tidak menghargai nara sumber, mencampuradukkan antara fakta dan opini, menambahkan bumbu hiperbolis demi mengejar 60% rating tayangan TV, namun kenyataannya semua itu kan disukai masyarakat. Let we keep up our dirty work, biarlah kami manfaatkan kebodohan masyarakat. Prinsip kerja kami sejalan dengan lagu murahan one hit single dan film dubbing tidak mendidik di stasiun TV Indosinar karena toh masyarakat sendiri juga enggan mencerdaskan dirinya!”

    • Yang Mulia Raja Pimred on 22/07/2010 at 4:32 pm

      Terima kasih atas laporan tambahannya. Kami pikir Dajjal harus sedikit mengakui bahwa citra tentang raja kelicikan dan keculasan tidak lagi menjadi miliknya seorang.

      • Dyspareunia on 22/07/2010 at 9:39 pm

        @Yang Mulia Raja Pimred
        Oh iya Penny Roaches titip salam, katanya ada yang lupa ditambahkan di pernyataannya:
        “Selain definisi dan spesifikasi pekerjaan yang sudah saya deretkan di atas(tidak menghargai nara sumber etc), kami juga melanggar ranah privasi.”

        @Babull
        Tadinya ada dugaan kalo Dajjal berasal dari Indonesia, Bull. Salah satu mantan presiden kita, ciri fisiknya cocok (bermata satu) dan tindak tanduknya juga cocok (menyebut Al-Qur’an porno, mencoba menjalin diplomasi dengan Israel, etc) tapi ternyata beliau bukan Dajjal, lha orangnya udah wafat. Kalo Dajjal wafat, itu buku Dajjal-Dajjalan nggak akan laku lagi dong.

        • Alonso on 02/11/2010 at 6:28 pm

          Walau memprotes pernyataannya, Penny Roaches ternyata ikut memburu buku-buku yg membahas ttg Dajjal. Alasannya? “Kalau beli besok, harganya sudah naik.”

          • Dyspareunia on 08/02/2011 at 7:59 am

            Penny Roaches kemana ya kabarnya sekarang?

  3. Babull on 22/07/2010 at 4:21 pm

    dajjal bukannya George W. Bush…. kyknya udh muncul dg fitnah senjata demi minyak… seperti di 42 hadits tanda2 kiamat… akan terjadi perebutan emas antara dua buah sungai… Efrat dan Tigris.

    • Yang Mulia Raja Pimred on 22/07/2010 at 4:34 pm

      Maaf, menurut kode etik, kami tidak diperkenankan membocorkan identitas narasumber.

  4. AcerNoval on 07/02/2011 at 7:58 pm

    hha… ada2 aajaa !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Masukkan alamat email Anda.

Join 1 other subscriber