Jaga-Jaga Bila Infotainment Dihapuskan, Ibu-Ibu Rumah Tangga Pelajari Obrolan Intelektual

29/07/2010

KibulPos — Jakarta

Fatwa haram MUI mengenai infotainment gosip ternyata melahirkan sebuah fenomena menarik. Para ibu rumah tangga dilaporkan mempelajari berbagai obrolan intelektual dalam bidang politik, ekonomi, sains, seni dan budaya, sebagai bentuk jaga-jaga bila seandainya di masa depan mereka tak lagi memiliki sumber obrolan gosip.

Misalnya para ibu rumah tangga di Perumahan Keramat Asih, Jakarta Utara. Para ibu rumah tangga di komplek itu mengaku mulai mencari bahan obrolan alternatif untuk menggantikan obrolan gosip.

“Selama ini kita biasa nonton infotainment sambil masak, habis nonton kan kita jadi punya banyak info gosip, jadinya banyak yang bisa kita obrolin sambil beli sayur. Tapi kalau infotainment dihapus, saya nggak tau mesti ngobrolin apa lagi nanti. Makanya saya mulai cari obrolan lain, untuk jaga-jaga,” ucap Ibu Ani, warga RT 06 yang mengaku baru saja membaca buku Mein Kampf (Hitler) dan The Clash of Civilization (Huntington) untuk dijadikan obrolan di tukang sayur nanti.

“Saya juga mencoba membuat langkah prepentip (preventif, red.) seandainya infotainment sampai dihapuskan dan nggak ada lagi berita gosip yang bisa diobrolkan. Saya udah membeli dua puluh CD National Geographic untuk saya tonton sambil masak nanti,” ucap Bu Suhadi, warga RT 03 yang juga sudah membaca Al-Qanun fi At Tibb (Ibn Sina) dan The Origin of Species (Darwin).

Ibu-ibu RT 11 sedang mengadakan arisan sambil membahas keadaan perekonomian regional di Asia Tenggara

Tidak hanya para ibu rumah tangga yang melakukan usaha pencegahan ini, namun puluhan tukang sayur juga melakukan hal yang sama. Mereka mengaku bahwa untuk mengimbangi obrolan para ibu rumah tangga di masa depan, mereka harus mencari informasi tentang obrolan yang seimbang. Contohnya adalah Bang Sapi’i (32) yang sedang giat mempelajari bioteknologi dan rekayasa genetika melalui buku yang ia baca di kala senggang. Begitu juga dengan Mang Tatang (38) yang mengaku sering membuat tulisan kritik & resensi untuk film serta album musik yang baru beredar di pasaran.

Pak Karta, seorang tukang sayur, baru saja membaca Bumi Manusia karya Pramoedya dan siap mengulasnya bersama ibu-ibu komplek.

Meskipun wacana penghapusan infotainment ditanggapi secara tenang oleh para ibu rumah tangga, namun tidak demikian dengan sebagian selebritis yang selama ini menjadi bintang infotainment. Salah satunya Dinda Semok (27), artis pembuat sensasi yang mengkritik fatwa MUI tersebut.

“Saya tidak setuju kalau infotainment diharamkan, lalu ibu-ibu jadi membaca buku dan menonton acara ilmu pengetahuan. Kasihan ibu-ibu itu, mereka dicekoki dengan obrolan-obrolan intelektual dan acara-acara edukatif, mau jadi apa mereka? Acara seperti itu sama saja dengan pencerdasan masyarakat, dan saya tidak setuju dengan itu,” ucap Dinda Semok yang kemudian membuat sensasi dengan mencium lelaki yang ada di sebelahnya, entah siapa.

———–

Foto:

http://noriyu.files.wordpress.com/2009/03/bambukuning1.jpg

http://gallery.photo.net/photo/7905092-lg.jpg

Berhubungan:

Comments

Powered by Facebook Comments

Tags: , , , , ,

7 Responses to Jaga-Jaga Bila Infotainment Dihapuskan, Ibu-Ibu Rumah Tangga Pelajari Obrolan Intelektual

  1. Bukan rivai mania on 29/07/2010 at 4:45 am

    Keren yah kalo ibu-ibu kek gt

    • Yang Mulia Raja Pimred on 29/07/2010 at 4:44 pm

      Tentu.

  2. suka artis on 08/08/2010 at 8:45 pm

    duuh… gimana nih infotainment jadi hal yang haram, sebenarnya sih gak banyak yang tau kalo infotainment juga menjadi hiburan, terutama buat kita, dan juga bisa tau kebobrokan artis yang kita duga, gak negatif aja, contoh si garry iskak, kalo bukan infotainment, bisa bisa kita gak kontrol korban2 berikutnya, tapi kadang emang infotainment kasar juga narasinya. yah,,, gimana dong

  3. Obrolan on 01/09/2010 at 10:07 pm

    Gue suka blog ini!

    • Yang Mulia Raja Pimred on 04/09/2010 at 6:06 am

      Terima kasih. Jangan lupa berlangganan terus.

  4. acetton on 19/09/2010 at 11:24 pm

    jika ibu2 mengobrol intelektual,,bagaimana dengan kaum intelektual,apakah harus mengobrol obrolan ibu2??

  5. adi on 19/01/2011 at 9:52 am

    Tukang sayur edannn..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Masukkan alamat email Anda.

Join 1 other subscriber