Koruptor: Masyarakat Hanya Sirik

20/08/2010

KibulPos–Jakarta

Pemberian remisi kepada koruptor telah menimbulkan protes, baik dari KPK maupun dari masyarakat umum. Protes itu berkenaan dengan pandangan bahwa memberikan remisi kepada koruptor dapat mengurangi efek jera serta membuat kerja keras KPK menjadi sia-sia.

Menanggapi protes tersebut, para koruptor mengaku tidak mau ambil pusing. Menurut mereka, masyarakat hanya merasa sirik karena tidak bisa menjadi koruptor dan tidak mendapat remisi.

“Huuu… bilang aja sirik! Nggak bisa jadi koruptor, nggak bisa nyolong uang rakyat, nggak bisa bebas dari hukuman, bisanya cuma protes, protes aja melulu! Buktiin dong kalo kalian emang bisa jadi koruptor seperti kami, jangan cuma ngomel aja bisanya liat kesuksesan orang lain. Sirik tanda tak mampu… wokwokwokwok!” ucap salah seorang koruptor yang namanya tak mau disebutkan.

Beberapa usulan dari masyarakat seperti untuk memberikan hukuman mati kepada koruptor, fatwa haram korupsi, penghukuman keluarga koruptor, bahkan usul agar jenazah koruptor tidak usah disalatkan; menurut sumber tersebut hanyalah karena KPK dan masyarakat merasa iri atau sirik dengan kesuksesan para koruptor.

“Kalau kalian nggak suka, ya udah diem aja, toh nggak ada yang maksa kalian untuk jadi koruptor kan? Kita yang jadi koruptor kenapa kalian yang jadi ribut sih? Suka-suka kita dong! Bilang aja kalo sirik!” ucap seorang koruptor lainnya.

Berhubungan:

Comments

Powered by Facebook Comments

Tags: , , , ,

3 Responses to Koruptor: Masyarakat Hanya Sirik

  1. dirgita on 04/09/2010 at 10:31 am

    Betul banget! Sirik tanda tak mampu!^^

  2. tedi mercon on 10/09/2010 at 10:54 am

    dan benar sperti kata Jan Pieterszoon Coen: “tidak perlu kalian risaukan kepentingan perut, serahkan semua kepada saya, karena saya yang beri kalian makan”

  3. acetton on 19/09/2010 at 11:14 pm

    satu untuk semua semua untuk koruptor,,segeralah jadi koruptor agar bisa mendapatkan semua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Masukkan alamat email Anda.

Join 1 other subscriber