KibulPos — Jakarta
Para demonstran anti-Malaysia beramai-ramai menyerukan “kayang Malaysia” di depan Kedubes Malaysia, kemarin. Masyarakat yang tergabung dalam berbagai ormas dan LSM itu menyatakan bahwa tindakan pemerintah Malaysia dalam melanggar perbatasan negara, menyiksa TKI dan mengklaim kebudayaan Indonesia sudah keluar batas, sehingga mereka menuntut agar pemerintah Malaysia melakukan kayang massal sebagai bentuk penyesalan.
Kayang, yang merupakan gerakan senam dan teknik ekstrim joget dangdut ini dianggap layak sebagai bentuk konfrontasi. Berbagai poster dan spanduk bertuliskan “Kayang Malaysia!” dan “Pemerintah Harus Tegas! Kayang!” dibawa dan diarak ke depan Kedubes. Selain itu para demonstran juga melakukan aksi sweeping terhadap warga Malaysia di Jakarta dan memaksa migran Malaysia untuk kayang di tempat. Bila mereka menolak, maka mereka akan dicambuk.
Aksi tersebut menuai kecaman keras dari masyarakat Malaysia. Mereka menganggap paksaan kayang tersebut sebagai sebuah bentuk pelecehan terhadap bangsa dan negara mereka. Perdana Menteri Najib pun menegaskan bahwa ia dan jajaran pemerintahannya tidak akan sudi melakukan kayang bersama.
“Kami mungkin tak masalah bila harus meminta maaf, tapi apapun yang terjadi, kami tak rela untuk melakukan kayang!” ucap Perdana Menteri.
Sementara itu, Presiden SBY berpidato dan menyatakan prihatin terhadap kondisi hubungan kedua negara yang memburuk. Meski demikian, ia yakin bahwa jalan diplomasi non-kayang akan lebih bermanfaat bagi simbiosis mutualisme antara Indonesia dan Malaysia. Misalnya, gerakan kayang bisa diganti dengan sikap lilin, yang tentunya terlihat lebih santun dan bermartabat bagi bangsa serumpun.
Di sisi lain, sebagian masyarakat menganggap bahwa keputusan Presiden yang mengganti kayang dengan sikap lilin merupakan sikap yang lemah dan tidak tegas. Para demonstran menganggap bahwa sikap lilin tidak akan membuat pemerintah Malaysia menyadari kesalahannya, sebab gerakan itu tidak cukup meregangkan otot.
“Pak SBY terlalu lembek, tidak tegas! Sikap lilin tidak pernah berhasil membuat kapok Malaysia, harga diri bangsa akan terus diinjak-injak!” ucap seorang demonstran dari ormas Nasionalis Patriotik Bergoyang (NPB) yang kemudian berteriak dengan lantang, “Kayang Malaysia! Kayang Malaysia! Kayang Malaysia!”
Berhubungan:
Comments
Powered by Facebook Comments




MarKiYang
Mari Kita Kayang
wah buat apa sih ini selalu aja ada ketegangan RI-Malaysia…pemerintah tidak tegas…bukannya mengabdi malah jadi tumor!
saraf mereka dan keluarganya harus diplintir oleh segenap rakyat
apa-apaan sih ini, selalu aja ada brita ketegangan RI-Malaysia…saling ejek tapi engga konfrontasi juga…semua nyampah tapi selalu munafik…pemerintah bukannya mengabdi malah jadi tumor.
mereka selalu berpikir engga mungkin yg namanya rakyat msuk ke rumah dinas dan menggantung leher mereka di lapangan voli.
Demonstran serukan kayang malaysia.. Great idea
XDD